Jumat, 04 Februari 2011

surat adam kepada hawa,,

Wahai sahabat Muslimat Sekalian,

Renung-renungkanlah intipati daripada surat Adam kepada Hawa ini,
Ketahuilah olehmu wahai Bunga-bunga Islam,
kita adalah sayap kiri pada mereka(kaum muslimin).
Sedih rasanya jika teguran baik yang mereka berikan
tidak kita renungkan.
Bukankah ini juga untuk kebaikan bersama.
Pikirkanlah wahai sahabat-sahabatku……


SURAT ADAM UNTUK HAWA

Dengan nama Allah swt Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang………..
Kudoakan semoga kalian berada selalu dalam rahmat dan keridhoan Allah swt….

Hawa....

Maafkan aku jika tulisan ini bisa menlukai hatimu.
Meskipun kutahu,jiwamu selembut sutera dan bisa hancur
lantaran kata-kata yang akan ku ungkapkan ini,
mengertilah duhai Hawa,
kerana kaulah pengobat kesunyian waktu aku di syurga dulu
dan engkau juga asalnya dari tulang rusuk kiriku yang bengkok,
lantas karena bimbang hidupmu terpesong dari landasan yang sebenarnya,
kuberanikan juga diri ini....

Hawa....
Maha Suci Allah yang telah mentakdirkan kaummu melebihi
bilanganku di akhir zaman ini.
Itulah kebesaran dan penelitian Allah swt dalam urusan-Nya.
Bayangkanlah Hawa...
sekiranya kaumku melebihi kaummu,
yang pasti dunia ini kan berkecai kerana huru-hara dan
diselimuti warna-warna suram lantaran kekejaman dan penindasan....

Hawa....
Sukar untukku mengajak dirimu agar berfikir sejenak tentang hakikat kekalutan yang melanda disaat ini. Tapi permintaanku, duhai Hawa...cobalah ! Renungkan juga yang sebenarnya dirimu kini sudah berubah...Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu kini, semakin berubah..

Tidakkah kau mengerti bahwa dirimu adalah umpama
sekuntum bunga yang indah di pandangan mata
namun bukan semata-mata perhiasan.
Duri-duri yang melingkarimu itulah hijab yang digariskan oleh Allah swt
sebagai pelindung yang diartikan sebagai aurat seorang yang bergelar wanita. Mengapa Hawa? Mengapa harus kau biarkan ia terpandang oleh kami,kaum ajnabimu?

Betapa hancurnya hatiku menyaksikan dirimu seperti bahan yang dapat
dipermainkan. Dimana saja,bisaku lihat dirimu menghayunkan langkah ,
bukan sebaik dulu lagi.
Langkahmu semakin cepat. ...
Apa sebenarnya yang engkau kejar?.
Aku sendiri tak pasti!
Terkadang,... ku tak dapat membedakan antara dirimu dan teman-teman yang lain, bersama ayunan langkah itu, suaramu kian meninggi,diiringi gelak tawa yang cukup memedihkan mata dan hatiku ini...

Sedarkah kau Hawa.....?
Haruskah aku terima hakikat yang kini kau sudah berubah?
Semakin jauh dari landasan Tuhan yang pernah kuajarkan buatmu dahulu!

Hawa....
Mengapa dirimu kini harus jadi tontonan orang ramai?
Perlukah kau hiasi dirimu untuk menarik perhatian,
sehinggakan yang seharusnya menutupi auratmu, malah kau umbar
kau miliki ciri-ciri yang diharamkan dalam Islam?
Sukar bagiku untuk melihat mu
kembali seperti keadaan yang sesederhana dulu.
Cukup untukku merasakan kehadiranmu disaat ini
tidak lebih dari mempamerkan perhiasan diri yang kau punyai.

pahamilah Hawa,tak usahlah menuruti kerakusan nafsu yang menjelajahi
sebutir peluru yang bisa hinggap di mana saja
meninggalkan fitnah buat kaumku ini....

Hawa....
Betapa sakit dan pedihnya disaat kulihat auratmu terbuka,
dikelilingi pandangan.
Aku tidak mau Hawa..Suatu hari nanti,
di negeri yang abadi itu, memperlihatkan siksaan terhadapmu yang paling dahsyat, kenapa tidak....Sehelai rambutmu yang keluar, ular menanti dimana-mana,
sejengkal tanganmu kelihatan ...aduh!!
Banyaknya siksaan menantimu!...

Mengapa begitu Hawa?
Tidakkah kau ingat apa yang perlu kau jaga adalah kehormatanmu!
kehormatan seorang wanita yang tersandar di bahumu
baik kelemahan dan kekurangannya

Jadi bagaimana seandainya perilaku dan auratmu terlihat di mana-mana ?

Hawa...
Tidakkah kau malu dengan pembohongan yang kau sembunyikan dalam dirimu sendiri?
Di sini auratmu kau lindungi dibalik pakaianmu,
atas dasar peraturan dan syariat kalian.
Tetapi jauh diluar sana ,...
tersentak diriku tatkala melihat dirimu telah jauh berbeda!
Tudung ke mana ??? ,
jilbab ke mana???
Apalagi tingkah lakumu..!
Dimana kau letakkan martabat seorang yang bergelar muslimah?
Aku diselubungi rasa malu atas penghinaan ini!

Hawa....
Tutupilah auratmu, jagalah dirimu ,dan bertutur katalah dengan suara yang lembut
yang mampu kau jaga, semuanya bisa membawa dosa kepadamu.

Jangan kau memperlihatkan apa yang tersembunyi pada dirimu..tapi ingatlah ,
cukup sekadar telapak tangan dan wajahmu yang ditampakkan ,
tapi bukan kakimu,rambutmu,dan juga tubuhmu.....


Firman Allah swt:

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman,hendaklah mereka menahan dari pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka dan jangan menampakkan perhiasan mereka kecuali yang diperbolehkan daripadanya...”

Hawa....
Mungkin ku harus menghentikan pembicara pertama ini,
di sini dulu...

Andai diizinkan Allah swt, kita berjumpa lagi dilain lembaran
dan yang pasti aku akan tetap terus membimbingmu.
Harapanku agar muncullah walaupun hanya sedikit kesedaran dihatimu dan
akan kudoakan semoga Allah swt membuka hati kalian untuk
menuju perubahan....Akhir kata ,ketahuilah.............

“BANYAK PERHIASAN DI DUNIA INI
DAN
SEBAIK-BAIK PERHIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH”



Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar