Minggu, 30 Januari 2011

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah sedang asyik bertawaf di Ka’bah,
beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf,
sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!”
Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah,
dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya.
Orang itu Ialu berkata:
“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku,
karena aku ini adalah orang Arab badwi?
Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu,
pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu,
Rasulullah tersenyum,lalu bertanya:
“Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya,
sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya,
sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
Rasulullah pun berkata kepadanya:
“Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia
dan penolongmu nanti di akhirat!”
Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada
dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi
Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah,
Melihat hal itu, Rasulullah menarik tubuh orang Arab itu,
seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya
dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah,
Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur
yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit
dia berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu
dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona
dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya
di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya,
baik yang kecil maupun yang besar!”
Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Maka orang Arab itu pula berkata:
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan,
jika Tuhan akan membuat perhitungan atas
amalan hamba, maka hamba pun akan membuat
perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu.
“Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” tanya Rasulullah
‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba,
maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’
jawab orang itu.
‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba,
maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya.
Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba,
maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah pun menangis
mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu,
air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya.
Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu,dan bersabda:
Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu,
penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya,
juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!”
Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut.
la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
Source : Himpunan kisah-kisah teladan
Shared By Kisah Penuh Hikmah



Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar