Jumat, 23 Desember 2011

masih mau makan daging babi ?

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatu..
hmmm,,,, sekarang lagi musim banget yang namanya fans2 negara yang dijuluki Negara Gingseng mungkin bukan negaranya kaliii yahh,, dengan produksi tontonan berepisode lumayan singkat tapi juga lamaa..ditambah lagi aktor dan aktrisnya,, ehem,,,ehm,,ehm,,, yoo oke aja kalau kita suka menikmati tampang yang sekiranya bening dan unyu - unyu gituu,,, tapi gimana ceritanya kalau kita udah mulai serakah dengan nafsu sendiri dan lebih memilih menyukainya dengan membabibuta,, mulai dari Pakaian, makanan, gaya hidup, dan KISAH CINTA (ngarep... ) gag abis pikir gimana critanya kita ikut - ikutan yang jelas - jelas bertentangan banget sama situasi dan kondisi juga tempat, musim dan semua'y deh,, (banyak'kan bedanya Indonesia dengan Negara Gingseng itu )
tapi d'sini nia gag akan bahas aktor ataupun aktrisnya yang bening dan bikin ngayal aneh - aneh sampe berharap nemuin yang mirip di Indonesia ,,
makanan yah,,, banyak kita tahu makanan dari negara gingseng itu tak kalah lezat dan memikat selera konsumennya dari mulai yang biasa ampe luar bias yang bahan pembuatannya alami bahkan saking alaminya semua lebih mengutamakan bahan yang berasla dari hewan dan tumbuhan (wow.. keliatannya sehat karna gag ada rekayasa kimia atau pengawet dan tentunya dengan fermentasinya itu yang terkenal) tapi gag sedikit juga d'sana yang memanfaatkan hewan berkaki 4 yang kukunya terbelah (hayooo,,, apa itu ?? ) yah,,, babi,,, tak jarang hewan itu diolah sedemikian rupa tampa kita tahu kecuali kita bertanya,,, dan tahu'kah kalian seperti apa bahayanya daging babi itu hingga di Al-Qur'an pun disebutkan kita tengok sebentar vidio ini,,

http://www.youtube.com/watch?v=Py1ELm2ppwQ

dan masih'kah kalian tertarik untuk memakan olahan hewan itu ? walau cuma minyak atau kulit yang namanya satu bagian. maaf,,, nia bukan bermaksud untuk mendiskriminasi ataupun menjelek'kan sebuah negara nia hanya sekedar mengingatkan.. ada kiranya kita berhati - hati dengan apa yang kita makan . makan yang jelas-jelas ajalah,, toh banyak,, dan kalau mau lebih ya,, sebagai manusia yg berakal kita masih punya otak untuk dapat mengolah makan yang biasa menjadi luar biasa tanpa ada unsur yang dapat menjadikan makanan itu gag baik buat kita,,
adapun Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat:
berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata: “Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya (HR. At-Thabrani) (Lihat Ad-durar Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur Juz: II hal. 403).

wallahi biso'ab..
wassalamu'alaikum warahmatullahiwabarokatu..



Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar